Tahun ini Indonesia merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-81 Tahun. Seperti lazimnya, selalu diadakan berbagai acara atau kegiatan dalam rangka merayakannya seperti lomba tradisional hingga upacara bendera di lingkungan masing-masing. Tetapi setelah 81 tahun merdeka, apakah "merdeka" masih memiliki makna yang sama antara zaman dahulu dengan zaman di tengah dinamika transformasi bangsa hari ini? Kemerdekaan saat ini tidak bisa kita artikan sebagai pernyataan terbebas dari penjajahan bangsa asing dan berdiri menjadi bangsa sendiri, melainkan kita harus bisa menambahkan arti kemerdekaan sebagai merdeka untuk berkeadilan, bertumbuh, dan berdaya bagi setiap warganya.
Kita telah menyaksikan bagaimana Indonesia bisa bertahan dari berbagai dinamika yang sulit dan tak bisa diprediksi seperti krisis politik, krisis lingkungan, krisis budaya, hingga menyatukan berbagai unsur dari berbagai wilayah yang memiliki perbedaan yang cukup kompleks. Sehingga peran pemimpin saat ini tidak hanya berfokus pada urusan pertahanan militer, melainkan juga harus memberi perhatian pada ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan sejenisnya. Hal tersebut telah direalisasikan dengan pesatnya pertumbuhan baik pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan kualitas hidup.
Secara garis besar memang pembangunan nasional sudah berada pada jalur yang lebih baik dibandingkan beberapa dekade lampau. Namun, kita harus refleksi sejenak, apakah pembangunan nasional sudah berbanding lurus dengan pemerataan akses, kualitas pendidikan, hingga perlindungan lingkungan hidup? Seperti yang kita ketahui, di media sosial kita sering melihat banyak sekali terjadi polarisasi di lingkungan masyarakat seperti perbedaan pandangan politik hingga terjadinya cyberbullying. Selain itu, bangsa kita akhir-akhir ini mendapatkan musibah yang datang tiba-tiba seperti Gempa Bumi di NTT, Sumatera, dan Sulawesi hingga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan, dan kejadian sebagainya. Hal ini menjadi cerminan bahwa bangsa kita masih memiliki serangkaian kekurangan yang masih perlu ditambal sehingga kualitas hidup kita harus meningkat demi pemerataan dan daya tahan bangsa.
Pada HUT ke-81 Indonesia ini, kita perlu memanfaatkan momen ini sebagai jembatan menuju tahun 2045, di mana Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaannya ke-100 tahun atau Satu Abad Indonesia Merdeka. Bangsa kita tidak bisa dibangun hanya dengan melihat dari kacamata luar saja, namun juga harus membangun dari bawah (dalam hal ini dari desa/kelurahan) hingga ke tingkat nasional dan harus dibangun secara merata. Inilah yang menjadi tugas Pemerintah sebagai penyelaras pembangunan setiap daerah sehingga tidak ada daerah yang tertinggal dan disparitas daerah diharapkan dapat diminimalkan sekecil mungkin.
0 Komentar