Dalam setahun terakhir, kita sering melihat penerapan Artificial Intelligence (AI) di berbagai media baik di media sosial maupun dicetak menjadi spanduk untuk dipasang di tempat-tempat umum. Memang, AI saat ini sudah menjadi "pendamping hidup" bagi masyarakat, terutama masyarakat yang sering bersinggungan dengan teknologi.
Namun, akhir-akhir ini. Saya melihat adanya fenomena AI telah sangat masif digunakan baik dari tokoh pemerintah hingga masyarakat umum. fenomena tersebut saya lihat ketika saat ini banyak desain grafis dan infografis dibuat secara instan hanya dengan memanfaatkan AI generatif seperti Claude, Gemini, atau ChatGPT.
Memang, sebetulnya AI bisa membantu kita dalam berbagai hal di kehidupan kita sekarang. Tetapi, dalam menggunakan AI kita perlu menggunakannya secara bijak dan berhati-hati. Menurut Menko PMK Pratikno yang dikutip dari kompas.com, mengingatkan pentingnya memiliki sikap kritis atas penggunaan AI. Apabila seorang anak terekspose dengan penggunaan AI, maka daya nalar anak tidak akan berkembang secara baik. Menurut saya dampak yang terjadi tidak hanya berlaku bagi anak semata, orang dewasa pun bisa mengalami penurunan daya nalar jika kita terus-terusan memanfaatkan AI tanpa adanya critical evaluation atas jawaban yang dihasilkan.
Tetapi saya melihat adanya suatu keresahan, ketika melihat infografis yang diposting di media sosial seperti Instagram ataupun Linkedin. Saya melihat bahwa infografis yang dibuat terkesan seperti template, karena "tone" dari infografis yang diposting seragam. Kemudian, tata penulisan yang disajikan pada infografis tersebut memiliki kerangka yang serupa dengan struktur chat yang dibuat AI ketika kita melakukan chat atau diskusi pada ChatGPT atau sejenisnya.
Selain pada infografis, penggunaan masif terhadap AI juga dirasakan ketika menghadiri sebuah seminar. Pada suatu kesempatan saya mengikuti seminar, terdapat beberapa panel discussion yang bahan presentasi yang disajikan berasal dari satu GPT yang sama. Saya bisa mengambil kesimpulan tersebut karena desain PPT dan nada penulisan yang digunakan juga seragam. Dengan demikian dalam penilaian saya, kualitas presentasi akan berkurang dan menjadi kurang antusias dalam mendengarkan panel discussion yang diadakan.
Hal ini bagi saya menjadi tantangan luar biasa bagi para desainer grafis terutama desainer yang bekerja sebagai humas suatu perusahaan. Bagaimana mereka dipaksa memutar otak dalam menyusun informasi dalam bentuk infografis secara menarik dan dapat bersaing dengan infografis yang dibuat oleh AI dan disusun kurang dari satu jam. Berbanding sangat terbalik dengan infografis yang dibuat oleh desainer grafis murni yang biasanya dibuat berjam-jam.
Dengan demikian, silakan menggunakan AI tetapi gunakan secara bijak. Kita tetap mengkritisi jawaban yang disajikan AI. Kemudian membangun human-tech collaboration dalam penyusunan konten berbasis digital. AI membantu mengolah informasi kemudian desain dibuat oleh manusia. Dengan demikian, tingkat kreativitas manusia tetap terjaga dan tidak terpengaruh atas masifnya penerapan AI.
0 Komentar